JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kembali mencatatkan kabar membanggakan dalam upaya pelestarian satwa terancam punah. Seekor anak badak jawa (Rhinoconda sondaicus) yang merupakan keturunan kelima dari induk bernama Desy berhasil terekam oleh kamera pengintai (camera trap) di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.
Rekaman video dan foto tersebut memperlihatkan kondisi anak badak jawa yang tampak sehat bersama induknya tengah menjelajahi habitat alaminya. Kelahiran ini disambut dengan penuh syukur oleh para petugas konservasi, peneliti, serta pemerhati satwa liar, mengingat badak jawa merupakan salah satu spesies mamalia paling langka di dunia dan berstatus sangat terancam punah (critically endangered).
Pihak Balai TNUK menjelaskan bahwa keberhasilan kelahiran beruntun dari induk Desy menunjukkan bahwa habitat alami di Ujung Kulon masih mampu mendukung siklus perkembangbiakan satwa langka tersebut secara mandiri. Tim monitoring lapangan terus memperketat pengawasan, perlindungan, serta patroli secara berkala guna memastikan keamanan kawasan dari segala bentuk ancaman perburuan liar maupun gangguan habitat.
Baca juga: Hotspot Turun Jadi 96 Titik, Menhut Tinjau Bekas Karhutla dan Perkuat Penegakan Hukum di Kalteng
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan program konservasi insitu, termasuk peningkatan fasilitas pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan pakan alami, serta pelibatan masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian hutan hujan dataran rendah Ujung Kulon. Kelahiran warga baru ini memberikan secercah harapan besar bagi keberlangsungan populasi badak jawa di alam liar masa depan.(Yusuf)




