JEJAK-NEWS.COM-Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) menegaskan bahwa penerapan model ekonomi sirkular di Indonesia membuka peluang besar bagi penciptaan jutaan lapangan kerja baru (green jobs). Transisi dari pola ekonomi linear—yang mengandalkan prinsip ambil, pakai, dan buang—menuju paradigma sirkular berbasis daur ulang, perbaikan, serta utilisasi ulang material dipandang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang ramah lingkungan.
Dalam pembukaannya pada forum ketenagakerjaan nasional, Menaker menyampaikan bahwa transformasi ini membutuhkan kesiapan angkatan kerja yang memiliki keterampilan hijau (green skills). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mengakselerasi penyesuaian kurikulum balai latihan kerja (BLK), pelatihan vokasi, serta program upskilling dan reskilling agar angkatan kerja nasional mampu menyerap peluang di sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, hingga industri manufaktur berkelanjutan.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi erat antara pihak swasta, akademisi, dan asosiasi industri guna memetakan kebutuhan tenaga kerja masa depan di rantai pasok sirkular. Menaker menekankan bahwa selain menciptakan lapangan kerja baru, pendekatan ekonomi sirkular turut mendorong terciptanya kualitas pekerjaan yang lebih aman, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan hidup.
Baca juga: Presiden Prabowo Bahas Langkah Strategis Penguatan Ketahanan Energi Nasional Demi Kemandirian Bangsa
Pemerintah optimistis bahwa melalui penguatan regulasi ketenagakerjaan, akselerasi vokasi hijau, serta investasi pada teknologi ramah lingkungan, potensi ekonomi sirkular tidak hanya dapat menekan angka pengangguran tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan.(Yusuf)




