JEJAK-NEWS.COM-Upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Gabungan membuahkan hasil positif. Berdasarkan pemantauan citra satelit terbaru, jumlah titik panas (hotspot) secara nasional mencatatkan penurunan tajam hingga tersisa 55 titik yang tersebar di beberapa wilayah rawan.
Meskipun tren pemantauan menunjukkan penurunan angka yang signifikan, pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, dan para relawan menegaskan bahwa operasi pemadaman darat, patroli udara, serta teknologi modifikasi cuaca (TMC) tidak akan dikendorkan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi dinamika cuaca lokal serta potensi munculnya kembali titik api baru di lahan gambut yang rentan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan instansi terkait terus menginstruksikan seluruh personel Satgas untuk mengoptimalkan pemantauan serta perbasahan (rewetting) pada area yang sudah berhasil dipadamkan. Pengawasan ketat juga tetap diberlakukan pada kawasan rawan guna mencegah aksi pembukaan lahan secara ilegal yang berisiko memicu kebakaran baru.
Baca juga: Wamen LH Desak Pemkot Pekalongan Terapkan Surat Edaran Menteri LH untuk Cegah Kebakaran TPA
Pemerintah optimistis bahwa melalui konsistensi operasi lapangan, penguatan pemantauan berbasis satelit, serta partisipasi aktif masyarakat lokal, risiko karhutla secara nasional dapat dikendalikan secara menyeluruh demi menjaga kualitas udara serta kelestarian ekosistem lingkungan.(Yusuf)




