JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan perkembangan signifikan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Sumatra. Berdasarkan pemantauan citra satelit dan laporan lapangan, Provinsi Riau dan Jambi terpantau nihil dari titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan (high confidence) yang tinggi, menandakan efektivitas pencegahan yang berjalan baik di daerah tersebut.
Kendati demikian, fokus pengawasan dan pengendalian kini diperketat di pulau Kalimantan. Mengingat karakteristik lahan gambut dan potensi cuaca kering, Kemenhut mengerahkan satuan tugas terpadu secara masif ke sejumlah titik rawan di Kalimantan. Langkah antisipatif ini melibatkan patroli darat intensif, pengoperasian posko siaga darurat, serta penyiagaan armada pemadaman udara untuk melakukan pengeboman air (water bombing) jika ditemukan indikasi kemunculan api sekecil apa pun.
Upaya mitigasi dini ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menekan seminimal mungkin luas areal terbakar serta mencegah timbulnya kabut asap lintas batas. Pemerintah juga terus menggandeng masyarakat lokal dan korporasi pemegang izin konsesi lahan untuk memperkuat sistem peringatan dini serta mematuhi aturan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.(Yusuf)
Baca juga: Amarah Anak Krakatau dan Jejak Delapan Nyawa yang Terputus





