Menggeliatnya Maritim Nusantara: Menpar Genjot Investasi Marina Internasional Demi Kuasai Pasar Wisata Bahari Global di Monako

JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia mengambil langkah strategis di kancah internasional dengan memperkenalkan potensi besar serta peluang investasi industri marina dan wisata bahari tanah air. Langkah taktis ini disuarakan langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam ajang bergengsi The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous yang diselenggarakan di Monako.

Dalam forum internasional tersebut, Menpar memaparkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan geografis serta keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Potensi ini dinilai menjadi daya tarik utama bagi para pelancong global, khususnya pencinta wisata bahari (marine tourism) dan pelayaran kapal pesiar pribadi (yachting).

Berdasarkan proyeksi ekonomi maritim, pasar yacht di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat masif dan diperkirakan mampu mencapai angka US$ 449,1 juta. Selain itu, lonjakan kunjungan superyacht internasional ke perairan Indonesia tercatat mencapai 127 kedatangan pada periode 2025–2026, menempatkan Indonesia pada posisi kedua tertinggi di kawasan Asia Pasifik setelah Australia.

Baca juga: Masa Depan Baru Nusantara: Sektor Kreatif Penggerak Kesejahteraan Bangsa

Kendati memiliki potensi pasar yang luar biasa, Menpar secara terbuka menyoroti tantangan utama di sektor infrastruktur, yakni masih terbatasnya kapasitas fasilitas berlabuh atau marina di tanah air. Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 10 lokasi marina dengan total kapasitas 336 tempat berlabuh (berths). Angka ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura yang memiliki lebih dari 1.200 berths, atau Malaysia dan Thailand yang masing-masing telah menyediakan lebih dari 1.400 berths.

Kesenjangan kapasitas infrastruktur inilah yang kemudian dibuka lebar sebagai peluang emas bagi para investor global di Eropa dan belahan dunia lainnya. Kemenpar secara aktif mengajak para pelaku industri, pengembang, dan penyedia teknologi inovasi maritim untuk berinvestasi dalam pembangunan marina berstandar internasional di berbagai destinasi strategis Indonesia.

“Kami melihat wisata bahari sebagai peluang emas untuk semakin meningkatkan kualitas serta keragaman produk pariwisata Indonesia. Melalui momentum ini, kita ingin memaksimalkan potensi destinasi bahari sekaligus menciptakan multiplier effect atau manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal,” ungkap Menpar Widiyanti Putri Wardhana.

Baca juga: Menteri Pariwisata Ajak KADIN Genjot Realisasi Investasi Pariwisata di Luar Jakarta dan Bali

Pemerintah optimistis bahwa pengembangan ekosistem wisata bahari yang terintegrasi dan berkelanjutan tidak hanya akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara berkualitas tinggi, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah. Ekspansi investasi ini dipastikan akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), operator wisata lokal, sektor transportasi, hingga industri perhotelan (hospitality) di daerah-daerah destinasi prioritas.

Melalui keikutsertaan Indonesia di Monako ini, Kemenpar berharap jejaring kerja sama dengan para pemangku kepentingan maritim global semakin erat, sehingga target transformasi pariwisata nasional yang inklusif, hijau, dan berdaya saing tinggi dapat segera terwujud.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu