JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI Richard memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN Defence Ministers’ Meeting-Plus (ADMM-Plus) ke-13. Dalam forum pertahanan strategis tingkat kawasan regional tersebut, Wamenhan secara tegas menekankan pentingnya merawat soliditas, transparansi, serta kerja sama praktis antarnegara anggota ASEAN dan negara mitra dialog guna menghadapi dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Di hadapan para menteri pertahanan dan delegasi dari negara-negara sahabat, Jenderal TNI Richard menyampaikan bahwa tantangan keamanan tradisional maupun non-tradisional—termasuk keamanan maritim, penanggulangan bencana, penanganan terorisme, hingga ketahanan siber—tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan sinergi kolektif serta komitmen bersama untuk menjaga kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik tetap stabil, damai, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi bersama.
Wamenhan RI juga menyoroti peran sentral ASEAN (ASEAN Centrality) sebagai fondasi utama dalam merajut dialog terbuka dan arsitektur keamanan kawasan yang inklusif. Melalui forum ADMM-Plus, Indonesia mengajak seluruh negara mitra untuk terus memperkuat aksi nyata dalam kerangka kerja sama praktis (Experts’ Working Groups), yang terbukti efektif meningkatkan kapasitas pertahanan dan interoperabilitas antar-militer di kawasan.
Baca juga: Kepala BPSDM Kemhan Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026
Keikutsertaan aktif delegasi Indonesia dalam sidang ADMM-Plus ke-13 ini menegaskan konsistensi politik luar negeri RI yang bebas aktif serta komitmen kuat dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui diplomasi pertahanan yang konstruktif. Pemerintah Indonesia berharap kerja sama pertahanan multilateral ini dapat terus menghasilkan terobosan positif demi kesejahteraan dan keamanan masyarakat regional.(Yusuf)




