JEJAK-NEWS.COM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil para menteri terkait, termasuk jajaran bidang perekonomian dan energi, untuk menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan penting ini secara khusus memfokuskan pembahasan pada dua agenda krusial, yakni percepatan program perluasan akses kelistrikan pedesaan (listrik desa) serta evaluasi perkembangan proyek strategis nasional hilirisasi nikel dan pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik kerja sama antara konsorsium global CATL dan PT Aneka Tambang (Antam Tbk).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kehadiran infrastruktur dasar yang merata hingga ke pelosok nusantara, terutama di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Program listrik desa dinilai menjadi urat nadi kebangkitan ekonomi kerakyatan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat desa, sehingga target pemerataan energi nasional harus dapat direalisasikan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
Selain masalah elektrifikasi pedesaan, kepala negara juga meminta laporan mendalam terkait progres pembangunan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle), khususnya realisasi investasi pabrik baterai hasil kolaborasi raksasa global Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) bersama Antam. Proyek hilirisasi bernilai strategis tinggi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama rantai pasok energi hijau global sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang masif bagi dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal setiap hambatan birokrasi maupun regulasi di lapangan agar proyek-proyek strategis pro-rakyat dan pro-investasi ini dapat berjalan mulus tanpa kendala berarti. Sinergi lintas kementerian dan badan usaha milik negara diinstruksikan agar bekerja cepat dan terpadu demi mewujudkan kemandirian serta kedaulatan energi nasional.(Yusuf)




