JEJAK-NEWS.COM-Usai resmi dilantik, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove / Badan Penanggulangan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) menegaskan komitmen utamanya untuk memprioritaskan penekanan angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta mempercepat pemulihan ekosistem gambut dan mangrove di wilayah-wilayah rawan Indonesia. Langkah cepat ini menjadi bagian dari arah kebijakan nasional dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan lingkungan.
Dalam keterangannya, Kepala BPGMN menyampaikan bahwa strategi penanganan karhutla tidak lagi berfokus pada pemadaman semata, melainkan mengedepankan pendekatan pencegahan dari hulu. Skema pembasahan kembali (rewetting), penanaman ulang (revegetation), serta revitalisasi mata pencaharian masyarakat (revitalization) akan terus diperkuat dan diintegrasikan dengan sistem deteksi dini titik panas (hotspot).
Selain penanganan teknis lahan, BPGMN menekankan krusialnya partisipasi aktif masyarakat lokal dan pelibatan komunitas Desa Mandiri Peduli Gambut. Pemulihan fungsi hidrologis gambut dan perlindungan pesisir berbasis mangrove dipandang sebagai investasi ekologis jangka panjang yang tidak hanya mencegah krisis asap, tetapi juga menjaga stabilitas keanekaragaman hayati dan cadangan karbon nasional.
Baca juga: Atasi Darurat Sampah, 25.000 Mahasiswa di Bandung Raya Digerakkan Kurangi 20 Persen Sampah dari Hulu
BPGMN berkomitmen untuk memperkuat sinergi lintas instansi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta mitra internasional. Integrasi kerja sama ini diharapkan mampu mewujudkan tata kelola perlindungan ekosistem gambut dan mangrove yang berkelanjutan, transparan, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi warga di sekitar kawasan.(Yusuf)





