JEJAK-NEWS.COM-Sebanyak 25.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Bandung Raya digerakkan secara masif dalam gerakan aksi kolaboratif penanganan sampah dari hulu. Aksi lingkungan berskala besar ini ditargetkan mampu memilah dan mengurangi volume timbulan sampah hingga 20 persen langsung dari sumbernya, guna menekan beban daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Gerakan ini mengedepankan edukasi dan praktik langsung pengolahan sampah mandiri di tingkat kampus, asrama, hingga permukiman warga sekitar. Para mahasiswa dibekali keterampilan memilah sampah organik dan anorganik, mengelola komposting skala rumah tangga, serta mengintegrasikan pemanfaatan limbah plastik melalui unit bank sampah yang terkoneksi dengan ekosistem ekonomi sirkular lokal.
Pemerintah daerah bersama kementerian terkait mengapresiasi tinggi partisipasi aktif civitas akademika sebagai agen perubahan (agent of change) lingkungan. Pembentukan pola hidup minim sampah (zero waste lifestyle) di lingkungan perguruan tinggi dipandang sangat efektif karena dapat membentuk kebiasaan berkelanjutan yang berdampak langsung pada penurunan volume limbah harian Kota Bandung dan sekitarnya.
Aksi penggerakan 25.000 mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi gerakan percontohan penanganan sampah berbasis komunitas terdidik di Indonesia. Sinergi antara pemuda, akademisi, dan pemerintah daerah ini diyakini mampu mempercepat transformasi tata kelola sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Jawa Barat.(Yusuf)





