JEJAK-NEWS,COM-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meningkatkan status kesiapsiagaan dan memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah pemantauan satelit mendeteksi lonjakan titik panas (hotspot) nasional hingga mencapai 372 titik. Penanganan difokuskan pada wilayah-wilayah rawan, dengan prioritas khusus pengamanan dan perlindungan ekosistem penting di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Langkah cepat Kemenhut diwujudkan melalui pengerahan personel Satuan Tugas Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla), yang terdiri dari Manggala Agni, jajaran Balai Taman Nasional, serta kerja sama masyarakat peduli api. Tim gabungan mengintensifkan patroli darat, pemadaman langsung (direct extinguishing), serta perbanyakan penyekatan kanal di area lahan gambut guna menjaga kelembaban tanah dan mencegah penyebaran api ke dalam zona inti taman nasional.
Selain pemadaman darat, Kemenhut berkoordinasi erat dengan instansi terkait untuk menyiapkan pemantauan udara (aerial patrolling) dan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca (TMC) bilamana dibutuhkan. Perlindungan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian utama mengingat kawasan ini merupakan habitat krusial bagi satwa yang dilindungi, khususnya populasi orangutan Kalimantan dan keanekaragaman hayati gambut lainnya.
Kementerian Kehutanan mengimbau seluruh masyarakat dan pemegang konsesi di sekitar kawasan hutan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kemenhut menegaskan akan menindak tegas secara hukum pihak-pihak yang terbukti sengaja memicu terjadinya karhutla demi mengamankan kelestarian hutan nasional dan melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya kabut asap.(Yusuf)





