LOMBOK – Jejak News, Sebuah tamparan diplomatik dan militer nampaknya tengah menghampiri Washington. Di tengah klaim Presiden Donald Trump mengenai keberhasilan total blokade laut di Selat Hormuz, sebuah kapal tanker raksasa milik Iran, HUGE (IMO: 9357183), dilaporkan berhasil meloloskan diri dari pengawasan ketat Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) tersebut kini terdeteksi memasuki perairan Indonesia, membawa muatan minyak mentah senilai fantastis, yakni Rp3,8 triliun.
Lembaga pemantau TankerTrackers mengungkapkan bahwa supertanker milik National Iranian Tanker Company (NITC) ini mengangkut lebih dari 1,9 juta barel minyak. Kapal tersebut menjalankan taktik “senyap” dengan mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) sejak akhir Maret guna menghindari radar pemantau AS. Setelah sempat terpantau di lepas pantai Sri Lanka, data terbaru menunjukkan sang raksasa sedang melintasi Selat Lombok dan bergerak menuju kawasan strategis Kepulauan Riau.
Keberhasilan kapal HUGE menembus barikade ini menjadi kontradiksi tajam bagi narasi Gedung Putih. Meski militer AS mengeklaim telah mencegat 41 kapal sejak blokade diberlakukan pada 13 April, media pemerintah Iran justru sesumbar bahwa puluhan kapal mereka—termasuk 31 tanker minyak—tetap mampu menembus blokade dalam waktu singkat.
Insiden ini tidak hanya menjadi soal komoditas energi, tetapi juga tentang adu taktik di jalur maritim internasional. Kehadiran muatan bernilai ratusan juta dolar di perairan Indonesia ini semakin mempertegas bahwa jalur vital perdagangan global tetap menjadi arena “kucing-kucingan” tingkat tinggi antara kekuatan besar dunia.
Pewarta: [Ananta Fathur | Editor: Ismail Saleh





