Sinkronisasi Data Karhutla Kaltim: Wamen LH Dorong Integrasi Lintas Sektor untuk Cegah Kebakaran Hutan

JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) menekankan urgensi penyatuan serta integrasi data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah fundamental dalam memperkuat efektivitas penanganan di Provinsi Kalimantan Timur. Penyatuan data ini dinilai krusial agar seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki rujukan informasi yang akurat, seragam, dan real-time dalam menghadapi potensi bencana lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur. Wamen LH menyoroti bahwa selama ini tantangan terbesar dalam mitigasi kebakaran lahan seringkali bersumber dari perbedaan data titik panas (hotspot) serta inkonsistensi pelaporan antarlembaga. Akibatnya, respons penanganan di lapangan kerap mengalami kendala dan lambat dalam mengantisipasi eskalasi api.

“Penyatuan data karhutla bukan sekadar urusan administrasi, melainkan kunci utama agar langkah mitigasi dan penindakan di lapangan bisa bergerak cepat, terukur, dan tepat sasaran. Kalimantan Timur memiliki bentang alam yang luas serta kawasan hutan yang perlu dijaga kelestariannya,” tegas Wamen LH dalam arahannya.

Baca juga: Wamen Lingkungan Hidup Nyatakan Komitmen Kuat Indonesia Bebas Merkuri dan Zat Beracun

Melalui sistem data yang terintegrasi, pemerintah pusat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta pihak swasta pengelola lahan dapat memetakan wilayah rawan secara bersama-sama. Integrasi ini juga akan memudahkan mobilisasi personel, peralatan pemadaman, hingga rekayasa cuaca jika kondisi darurat kebakaran mulai meningkat di musim kemarau.

Selain penguatan data, Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak, baik perorangan maupun korporasi, yang terbukti melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Dengan kombinasi data yang akurat, pengawasan ketat, dan sinergi lintas sektor, Kaltim diharapkan mampu menekan angka kejadian karhutla secara signifikan demi menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.(Yusuf)

Baca juga: Menteri LH: Setiap Pelaku Usaha Wajib Lampaui Kepatuhan melalui Inovasi Lingkungan dan Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu