JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) menyampaikan optimisme tinggi bahwa Indonesia mampu mencapai target ambisius untuk bebas dari paparan merkuri serta berbagai zat beracun berbahaya lainnya. Komitmen ini ditegaskan sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperketat pengawasan lingkungan, mengoptimalkan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran, serta mengakselerasi transisi industri yang ramah lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.
Fokus utama pemerintah saat ini diarahkan pada sektor-sektor yang paling rentan terhadap penggunaan bahan kimia berbahaya, terutama praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kerap menggunakan merkuri dalam proses ekstraksinya. Kementerian Lingkungan Hidup terus memperkuat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat adat untuk menghentikan peredaran ilegal merkuri sekaligus memberikan pendampingan teknis bagi para penambang beralih ke metode pengolahan yang aman dan bebas racun.
Selain penanganan limbah pertambangan, optimalisasi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) industri serta fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi prioritas krusial. Wamen LH menekankan bahwa standar pengelolaan lingkungan hidup harus dipatuhi secara ketat oleh setiap pelaku usaha tanpa kompromi. Langkah preventif ini dinilai sangat vital guna melindungi kesehatan masyarakat jangka panjang, menjaga kelestarian ekosistem darat dan perairan, serta memitigasi dampak buruk perubahan iklim yang kian nyata.
Baca juga: Menteri LH: Setiap Pelaku Usaha Wajib Lampaui Kepatuhan melalui Inovasi Lingkungan dan Sosial
Melalui sinergi kebijakan yang kuat antara pemerintah pusat, komitmen daerah, serta kesadaran kolektif masyarakat, Indonesia optimistis dapat mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan yang bersih dari zat beracun demi generasi masa depan yang lebih sehat dan terlindungi.(Yusuf)





