JEJAK-NEWS.COM-Pemerintah secara proaktif memperkuat ekosistem rantai pasok dan kelancaran distribusi komoditas pangan pokok guna mengantisipasi potensi tekanan inflasi menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah koordinatif ini diambil untuk memasti kelimpahan stok, keterjangkauan harga, serta stabilitas pasokan bahan pangan mendasar di seluruh wilayah Indonesia menjelang lonjakan permintaan masyarakat.
Penguatan rantai pasok difokuskan pada optimalisasi fasilitasi distribusi pangan dari daerah surplus (produsen) menuju daerah defisit (konsumen), pemantauan intensif di tingkat pasar induk, serta percepatan penyaluran cadangan pangan pemerintah. Sinergi antara kementerian teknis, Badan Pangan Nasional, BUMN pangan, serta pemerintah daerah terus ditingkatkan melalui pengawasan ketat terhadap rantai logistik darat dan maritim untuk mencegah kendala hambatan distribusi.
Pemerintah juga menyiagakan operasi pasar murah terpadu serta Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik strategis guna menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat. Selain itu, pemantauan harga berbasis digital (real-time) terus diaktifkan guna mendeteksi secara dini potensi kelangkaan atau spekulasi harga pada komoditas krusial seperti beras, cabai, minyak goreng, daging ayam, dan telur.
Baca juga: Usung Kolaborasi Global, Menteri Ekraf Resmi Buka WCCE 2026 di Jakarta
Langkah preventif dan terintegrasi ini diharapkan mampu menekan gejolak harga serta menjaga angka inflasi nasional tetap berada pada kisaran sasaran yang terkendali. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh masyarakat dapat menyambut momen perayaan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa terbebankan oleh kenaikan harga bahan pokok.(Yusuf)





