BIS Porak Poranda Usai Persita vs Persija: 8 Fasilitas Hancur, Kerugian Hampir Rp 100 Juta

Kondisi bangku dan kaca tribun VVIP dan railing Ticketing Gate 10 di Banten International Stadium (BIS) yang rusak pasca kericuhan suporter laga Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Jejaknews – SERANG, Fakta di atas rumput tidak seindah yang terjadi di tribun. Banten International Stadium (BIS), mahakarya infrastruktur Provinsi Banten, kembali meninggalkan luka setelah laga panas Persita Tangerang melawan Persija Jakarta pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Hasil pemeriksaan resmi bersama panitia pelaksana (panpel) yang dilakukan pada Senin, 19 Oktober 2026, mengungkap data yang presisi: tercatat *delapan jenis kerusakan dan kehilangan fasilitas stadion.*

Baca juga: Harumkan Nama Bangsa, Perenang Para-Renang Indonesia Abdil Majid Sabet Medali Emas di Asian Para Games 2026

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjadi narasumber utama yang memberikan angka awal kerugian.

“Nilainya masih kami hitung. Tapi di bawah Rp100 juta,” kata Arlan kepada http://BantenNews.co.id, Selasa (20/10/2026).

Rincian kerusakan yang diverifikasi PUPR Banten berdasarkan fakta di lapangan meliputi:

Baca juga: Bentuk Karakter Generasi Muda, Wirasena Youth Camp 2026 Tanamkan Nilai Patriotik, Kegigihan, dan Empati

1. Kaca tribun VVIP pecah

2. Pintu Gate 5 sisi utara rusak

3. Railing Ticketing Gate 10 sisi timur rusak

4. Satu kursi tribun penonton sisi timur rusak

5. Railing tribun sisi timur rusak akibat pembakaran bendera suporter

6. Kaca pada boks hidran sisi utara rusak

7. Satu nozzle hidran di area tribun sisi timur hilang

8. Vandalisme dan penempelan stiker suporter masif di tribun barat, timur, selatan, utara, serta area STP.

Arlan menegaskan, secara prinsip panpel menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kerusakan tersebut.

Pemerintah Provinsi Banten saat ini masih menghitung nilai pasti kerugian sebelum menyepakati mekanisme penggantian. Dua opsi disodorkan: perbaikan langsung oleh panpel atau pembayaran biaya kerusakan melalui kas daerah.

“Prinsipnya dari panpel siap mengganti apa mereka nanti perbaikan langsung atau bayar tapi kalau saya mengarahkan perbaikan langsung kalau bayar kan masuk dulu ke kas daerah,” ujarnya.

Urgensi perbaikan menjadi sangat tinggi. BIS kembali akan digunakan untuk pertandingan Dewa United pada hari ini, dengan panpel yang sama dengan panpel pertandingan Persita melawan Persija.

“Secepatnya sih sudah dibuat menunggu berita acara pemeriksaan bersama lalu nilainya berapa baru kita bikin kesepakatan. Prinsipnya mereka siap tanggungjawab,” kata Arlan.

Reporter: Mulkan Siregar/ Editor: Ismail Saleh

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu