JN-Pemerintah terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil melalui reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekretaris Jenderal Kemendagri) mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan pola kerja berulang yang monoton serta berani menghadirkan inovasi nyata dalam pelayanan publik. Langkah strategis ini diambil guna memastikan roda organisasi kementerian bergerak lebih dinamis, responsif, dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dari hulu hingga ke hilir.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri menekankan bahwa budaya kerja konvensional yang lambat sudah saatnya ditinggalkan dan digantikan dengan terobosan-terobosan kreatif yang solutif. Jajaran pejabat di lingkungan kementerian terus diimbau untuk tegap memperkuat integritas, profesionalisme, serta kecepatan dalam merumuskan kebijakan publik yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah maupun nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses manajemen aparatur sipil negara dan penataan birokrasi wajib bersandarkan penuh pada prinsip akuntabilitas yang tinggi, transparan, dan terbuka. Pengelolaan kinerja institusi dipastikan harus berjalan secara bersih dari segala bentuk hambatan birokrasi yang lambat maupun tindakan yang tidak produktif. Setiap progres capaian program kerja dipantau secara berkala melalui sistem integrasi data untuk memastikan ketertelusuran efektivitas kerja secara akurat.
Sinergi yang harmonis antara pimpinan tinggi, unit kerja di daerah, serta seluruh elemen pegawai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Keberhasilan mengubah pola pikir birokrasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mengawal peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh penjuru tanah air.
“Pejabat baru harus mampu keluar dari zona nyaman, meninggalkan pola kerja rutinitas yang monoton, dan segera menghadirkan inovasi nyata yang berdampak luas bagi efektivitas birokrasi pemerintahan,” urai Sekjen Kemendagri dalam taklimat resminya, Juli 2026.(Yonex)
Baca juga: Di Raker APPSI, Andra Soni Suarakan Proteksi Industri Banten dan Isu Pajak Air Permukaan





