Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat, Kemhan Bersama Kemenkes dan TNI Gelar Simulasi Evakuasi Medik Udara Terpadu di RSPPN Soedirman

JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Pertahanan (Kemhan) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) sukses menggelar latihan simulasi evakuasi medik udara terpadu yang berpusat di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Bintaro, Jakarta Selatan. Latihan lintas instansi ini diselenggarakan untuk menguji, memantapkan, serta meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan operasional dalam menangani kondisi darurat medis berisiko tinggi secara cepat dan terukur.

Simulasi ini memperagakan alur penanganan darurat komprehensif yang dimulai dari pengangkutan pasien kritis menggunakan helikopter medis udara dari area bencana atau konflik, proses landing presisi di helipad RSPPN Soedirman, hingga serah terima cepat (handover) pasien kepada tim medis kedaruratan di unit gawat darurat. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol keselamatan udara dan penanganan medis darurat internasional untuk memastikan keselamatan jiwa pasien selama proses transit.

Latihan terpadu ini juga menguji keandalan sarana dan prasarana canggih yang dimiliki RSPPN Soedirman sebagai rumah sakit rujukan utama pertahanan negara. Integrasi teknologi sistem komunikasi darurat, kesiapan personel helipad, hingga kecepatan respons tim dokter spesialis traumatologi menjadi fokus utama evaluasi guna menjamin sinergi tanpa hambatan antara kru penerbang TNI dan tenaga medis Kemenkes maupun Kemhan di lapangan.

Baca juga: Kunjungi Yonif TP 876/Palatana di Sumba Timur, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Peran Strategis Prajurit

Penyelenggaraan simulasi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sistem mitigasi dan respons medis darurat yang tangguh, baik untuk menghadapi potensi ancaman pertahanan negara, situasi bencana alam skala besar, maupun kondisi darurat kesehatan masyarakat. Melalui penguatan interoperabilitas antarlembaga ini, Kemhan, Kemenkes, dan TNI optimistis kapasitas perlindungan medis bagi prajurit dan seluruh rakyat Indonesia dapat terus terjamin secara optimal.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu