JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat sinergi strategis dengan Pemerintah Kota Subulussalam guna membangun ketangguhan daerah terhadap ancaman bencana ekologis melalui perencanaan lingkungan jangka panjang. Kolaborasi ini difokuskan pada pemulihan daerah aliran sungai, pencegahan alih fungsi lahan kritis, serta penguatan kapasitas mitigasi bencana berbasis ekosistem di wilayah setempat.
Langkah kolaboratif ini mencakup penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang lebih terintegrasi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Subulussalam. Dengan pendekatan ini, setiap kebijakan pembangunan daerah ke depan dipastikan telah memperhitungkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, sehingga risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor dapat ditekan secara sistematis.
Pihak KLH/BPLH menegaskan pentingnya komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kelestarian kawasan esensial yang berfungsi sebagai penyangga ekologis utama di Sumatra. Pelibatan masyarakat lokal serta kelompok pemerhati lingkungan juga menjadi pilar penting dalam pengawasan dan pemeliharaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Baca juga: Menteri LH Tegaskan Penegakan Hukum Harus Diikuti Pemulihan Nyata Ekosistem yang Rusak
Pemerintah Kota Subulussalam menyambut baik pendampingan teknis dan kebijakan dari KLH/BPLH ini. Melalui peta jalan ketangguhan lingkungan jangka panjang, daerah ini optimistis mampu mewujudkan pembangunan ekonomi yang seimbang dengan kelestarian alam, demi melindungi keselamatan warga serta menjaga kelangsungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.(Yusuf)





