JEJAK-NEWS.COM-Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Nusa Tenggara Timur dengan meninjau Markas Batalyon Infanteri Penyangga Daerah Rawan (Yonif TP) 876/Palatana di Kabupaten Sumba Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel, peninjauan fasilitas pangkalan, serta memberikan pengarahan langsung mengenai penguatan postur pertahanan di kawasan terluar nasional.
Dalam arahannya di hadapan jajaran prajurit, Menhan Sjafrie menegaskan peran vital yang diemban oleh Yonif TP 876/Palatana sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara dan stabilitas keamanan wilayah. Menhan menyampaikan bahwa keberadaan satuan tempur penyangga di daerah rawan tidak hanya berfungsi untuk merespons potensi ancaman militer, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung program pembangunan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat setempat.
Menhan Sjafrie menginstruksikan seluruh prajurit untuk senantiasa memelihara profesionalisme, disiplin tempur, serta mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan rakyat Sumba Timur. Menhan juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas pembinaan teritorial agar TNI AD senantiasa hadir menjadi solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat di sekitar kawasan penugasan.
Kementerian Pertahanan berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan prajurit serta modernisasi sarana pendukung operasional satuan di wilayah-wilayah terpencil dan strategis. Menhan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta loyalitas seluruh personel Yonif TP 876/Palatana dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Tanah Marapu.(Yusuf)





