Tekankan Link and Match, Menperin Sarmuji Minta Pendidikan Vokasi Jadi Solusi Pengangguran dan Pencetak SDM Industri Unggul

JEJAK-NEWS.COM-Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan vokasi harus mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi masalah pengangguran sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul dan siap kerja. Penguatan unit pendidikan vokasi, baik di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun politeknik, diarahkan agar selaras (link and match) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) nasional.

Dalam arahannya, Menperin Sarmuji menyampaikan bahwa tantangan otomatisasi dan digitalisasi di sektor manufaktur menuntut kualifikasi tenaga kerja yang adaptif, terampil, serta menguasai teknologi terkini. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian terus diperbarui secara berkala dengan melibatkan pihak industri secara langsung, mulai dari penyusunan materi ajar, penyediaan sarana laboratorium modern, hingga program magang tersertifikasi.

Kementerian Perindustrian terus berkomitmen memperluas kemitraan strategis antara lembaga pendidikan vokasi dengan manufaktur dalam negeri maupun perusahaan penanaman modal asing (PMA). Sinergi ini terbukti mampu meningkatkan tingkat penyerapan lulusan vokasi secara signifikan langsung ke pasar kerja tanpa membutuhkan waktu tunggu yang lama.

Baca juga: Akselerasi Ekosistem Digital, Pemerintah Resmi Luncurkan Indonesia–India Creative-Tech Corridor

Menperin juga mendorong agar pendidikan vokasi tidak hanya melahirkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mampu mencetak wirausahawan industri baru (industrial entrepreneurs) yang inovatif. Langkah penguatan SDM industri terampil ini dipastikan menjadi pilar utama dalam mendukung percepatan hilirisasi dan daya saing industri manufaktur nasional di kancah global.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu