JEJAK-NEWS.COM-Pameran kebudayaan berskala regional bertajuk “Waves of Weave: Pameran Wastra dan Kebaya dari 10 Negara Asia Tenggara” resmi dibuka sebagai ajang selebrasi kekayaan warisan tradisi tekstil Nusantara dan kawasan. Gelaran diplomasi budaya ini menghadirkan ratusan koleksi kain tenun, wastra tradisional, serta ragam bentuk kebaya unggulan dari negara-negara anggota ASEAN guna mempererat persaudaraan serta kesamaan identitas budaya di kawasan Asia Tenggara.
Pameran ini menampilkan karya-karya tekstil lintas negara yang memperlihatkan keahlian teknik tenun, batik, sulam, dan perpaduan busana adat khas masing-masing bangsa. Selain menjadi ruang apresiasi seni kriya tekstil, “Waves of Weave” diresmikan dengan narasi khusus yang memberikan penghormatan mendalam kepada sosok Gusti Raden Ajeng Siti Noeroel Kamaril Ngarsoesoenten (Gusti Nurul), tokoh kebudayaan legendaris asal Pura Mangkunegaran yang dikenal akan keanggunan, kecerdasan, serta dedikasinya dalam menjaga kelestarian busana dan kebudayaan Jawa.
Penyelenggara pameran menjelaskan bahwa sosok Gusti Nurul dihadirkan sebagai inspirasi utama dalam mengeksplorasi bagaimana kepribadian dan gaya berbusana tradisional mampu menjadi pilar diplomasi budaya yang melintasi zaman. Narasi pameran menggabungkan arsip sejarah, dokumentasi kain koleksi pribadi, hingga interpretasi busana modern yang terinspirasi dari gaya kebaya dan tenun klasik Nusantara.
Melalui perhelatan “Waves of Weave”, pemerintah bersama komunitas kebudayaan berharap dapat memperkuat pengusulan dan pengakuan warisan budaya takbenda (Intangible Cultural Heritage) kebaya serta wastra di tingkat internasional. Pameran ini sekaligus menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai, merawat, serta melestarikan kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi global.(Yusuf)





