JEJAK-NEWS.COM-Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama kementerian dan lembaga terkait terus menggenjot percepatan pemulihan infrastruktur serta fasilitas publik yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Fokus penanganan saat ini tidak hanya terbatas pada pembukaan akses jalur utama yang sempat lumpuh total, melainkan berlanjut pada pembersihan dan rehabilitasi fasilitas penting. Tercatat ada 14 bangunan pemerintah dan fasilitas publik yang menjadi prioritas pembersihan dari endapan lumpur pekat, material kayu besar, serta bebatuan. Beberapa fasilitas tersebut mencakup perkantoran pemerintahan, sarana ibadah seperti Masjid Jami’ Ikhlas Ar Rahman dan Mushalla Al Izzah, serta fasilitas kesehatan masyarakat seperti Puskesmas Kayu Jao.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya juga telah meninjau langsung lokasi terdampak guna memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal. Pemerintah berkomitmen untuk segera memulihkan seluruh layanan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, hingga pemulihan sektor pertanian dan perumahan warga yang rusak.
Baca juga: BPBD Kota Tangerang Cetak 120 Pelajar SMKN 6 Menjadi Agen Keselamatan Kebakaran
Selain pembersihan fisik, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi jangka panjang—termasuk rencana pembangunan infrastruktur pengendali sedimen seperti sabo dam—guna mengantisipasi potensi risiko bencana serupa di masa mendatang.(Yusuf)





