JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar rapat koordinasi persiapan uji coba pelaksanaan proyek Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional serta membangun sistem surveilans kesehatan masyarakat yang tangguh dan terintegrasi dalam menghadapi potensi ancaman pandemi di masa depan.
Proyek CARE-I mengusung pendekatan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemangku kepentingan tingkat pusat, pemerintah daerah, institusi akademis, serta mitra internasional. Uji coba yang dirancang di Yogyakarta ini difokuskan pada penguatan kapasitas deteksi dini, pengawasan penyakit menular berbasis jaringan laboratorium terpadu, penyelarasan alur komunikasi krisis, serta optimalisasi respons cepat di tingkat wilayah.
Kemenko PMK menegaskan pentingnya kolaborasi multisektor berbasis pendekatan One Health yang menyinergikan sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi uji coba didasari oleh kesiapan infrastruktur kesehatan daerah, keterlibatan aktif jejaring komunitas, serta tingginya komitmen pemanduan koordinasi antarinstansi di wilayah tersebut.
Baca juga: 34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Gangguan Penglihatan
Melalui uji coba proyek CARE-I, pemerintah berharap dapat melahirkan kerangka kerja dan pedoman operasional baku yang dapat diimplementasikan secara terukur di seluruh provinsi di Indonesia. Kemenko PMK berkomitmen untuk terus memantau setiap tahapan uji coba guna memastikan terciptanya ketahanan sistem kesehatan nasional yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan.(Yusuf)





