JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 34 juta orang di Indonesia telah menjalani pemeriksaan mata melalui program penapisan kesehatan nasional. Capaian ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat layanan deteksi dini guna mencegah penambahan angka kelainan refraksi dan kebutaan yang dapat dicegah (preventable blindness) di tengah masyarakat.
Penguatan deteksi dini gangguan penglihatan difokuskan pada perluasan akses penapisan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, seperti Puskesmas dan Posyandu, serta integrasi pemeriksaan mata pada kelompok anak sekolah dan lansia. Skrining berkala ini menyasar kondisi katarak, glaukoma, retinopati diabetik, hingga gangguan refraksi seperti rabun jauh dan rabun dekat yang sering kali tidak disadari oleh penderita sejak tahap awal.
Kemenkes juga memperkuat penyediaan sarana pemeriksaan mata dasar dan pemenuhan kacamata koreksi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, didukung dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader komunitas. Pemanfataan teknologi pemeriksaan berbasis aplikasi digital turut disiagakan untuk mempermudah pelaporan dan rujukan cepat pasien yang membutuhkan penanganan medis spesialis di rumah sakit.
Baca juga: Percepat Penemuan Kasus, Pemerintah Perkuat Tracing Tuberkulosis Terintegrasi Program CKG
Pemerintah menegaskan bahwa penglihatan yang sehat merupakan salah satu pilar utama produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Melalui akselerasi penapisan massal dan penanganan dini secara holistik, Kemenkes optimistis target penurunan angka gangguan penglihatan nasional dapat tercapai secara signifikan.(Yusuf)





