JEJAK-NEWS.COM-Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatatkan capaian signifikan dalam penguatan sistem kesehatan promotif dan preventif nasional setelah berhasil menjangkau lebih dari 100 juta penduduk di seluruh Indonesia. Keberhasilan ekspansi penjangkauan ini menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi layanan primer serta mendeteksi dini berbagai faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) secara inklusif.
Program unggulan pemerintah ini dirancang untuk menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak, usia produktif, hingga lanjut usia. Melalui integrasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas dan Posyandu, masyarakat dapat memperoleh akses pemeriksaan medis komprehensif, mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, fungsi organ, hingga penapisan kesehatan jiwa tanpa dipungut biaya.
Pemerintah terus memperkuat kapasitas fasyankes dan pemenuhan alat kesehatan pendukung agar kualitas mutu pelayanan CKG tetap terjaga merata hingga ke wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Pendataan hasil skrining medis masyarakat juga diintegrasikan secara digital ke dalam sistem data kesehatan terpadu guna mempermudah intervensi rujukan serta pemetaan peta penyakit nasional secara presisi.
Kementerian Kesehatan optimistis bahwa perluasan cakupan CKG yang masif ini akan mampu menggeser paradigma pelayanan dari pengobatan (kuratif) menuju pencegahan (preventif). Keberlanjutan program ini diharapkan dapat meningkatkan angka harapan hidup masyarakat, menurunkan beban pembiayaan kesehatan negara, serta mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan produktif.(Yusuf)





