JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa penguatan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi industri menjadi kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan siap kerja di kawasan Indonesia Timur. Akselerasi pengembangan SDM sektor manufaktur ini ditujukan untuk merespons pesatnya pertumbuhan investasi dan industrialisasi di wilayah tersebut.
Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin terus menyelaraskan kurikulum satuan pendidikan vokasi—seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) SMTI dan Politeknik industri—dengan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri (DUDI) setempat. Skema pembelajaran berbasis dual system dengan porsi praktik industri yang dominan diterapkan guna memastikan para lulusan memiliki keterandalan teknis serta sertifikasi kompetensi nasional.
Penguatan vokasi industri di kawasan Indonesia Timur juga mencakup modernisasi sarana prasarana laboratorium, peningkatan kapasitas instruktur dan dosen, serta perluasan kemitraan dengan perusahaan penanam modal asing maupun dalam negeri. Sinergi ini memfasilitasi program pemagangan industri terstruktur hingga penyerapan lulusan secara langsung di berbagai kawasan industri strategis, seperti sektor hilirisasi mineral, pengolahan hasil laut, dan manufaktur pendukung.
Pemerintah optimistis keberlanjutan investasi pada SDM vokasi industri akan memperkecil kesenjangan keterampilan (skill gap) antarwilayah serta menggerakkan roda perekonomian daerah secara inklusif. Penyiapan tenaga kerja lokal yang kompeten diproyeksikan makin memperkuat daya saing industri nasional di panggung global.(Yusuf)





