JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) memberikan imbauan secara resmi kepada seluruh calon jemaah umrah asal Indonesia serta Biro Perjalanan Wisata (BPW/PPIU) untuk tidak memilih rute penerbangan dengan maskapai penerbangan yang melakukan transit di negara Singapura dan Malaysia. Imbauan ini dikeluarkan guna menghindari berbagai potensi kendala administratif, skema aturan transit visa yang ketat, serta penumpukan bagasi yang dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Wamenhaj menjelaskan bahwa terdapat beberapa perbedaan regulasi imigrasi dan ketentuan pemeriksaan dokumen perjalanan di bandara transit kedua negara tetangga tersebut yang kerap kali memicu keterlambatan penerbangan lanjutan (connecting flight) menuju Arab Saudi. Selain itu, potensi penyesuaian aturan masuk dan biaya tambahan yang timbul di titik transit dapat memberatkan jemaah, khususnya kelompok lanjut usia.
Kementerian Haji dan Umrah menyarankan agar jemaah dan biro travel lebih mengutamakan penerbangan langsung (direct flight) dari berbagai bandara internasional di Indonesia menuju Jeddah atau Madinah, ataupun memanfaatkan maskapai penerbangan dengan rute transit yang memiliki skema kerja sama khusus (codeshare) serta kemudahan fasilitas transit tanpa perlu memindahkan bagasi secara mandiri.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan otoritas penerbangan guna memantau ketersediaan kursi serta stabilitas harga tiket penerbangan langsung umrah. Langkah imbauan ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko kegagalan keberangkatan jemaah, memangkas durasi perjalanan yang tidak perlu, serta memastikan seluruh jemaah umrah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.(Yusuf)





