Di Pertemuan Internasional Sant’Egidio Assisi, Menag Suarakan Diplomasi Keagamaan Global untuk Perdamaian Dunia

JEJAK-NEWS.COM-Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia menyuarakan pentingnya peranan diplomasi keagamaan global dalam ajang Pertemuan Internasional Sant’Egidio yang berlangsung di Assisi. Di hadapan para tokoh lintas agama, pemimpin spiritual, dan delegasi dunia, Menag menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan harus menjadi pilar utama serta jembatan dialog dalam mewujudkan perdamaian, persaudaraan, dan toleransi global di tengah dinamika geopolitik dunia.

Dalam forum internasional tersebut, Menag menyampaikan pesan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman latar belakang suku, ras, dan agama melalui konsep moderasi beragama dapat menjadi inspirasi bagi perdamaian dunia. Diplomasi keagamaan dinilai memiliki kekuatan moral yang sangat efektif untuk meredakan ketegangan, membangun saling pengertian, serta mengikis narasi kebencian maupun ekstremisme.

Menag mengajak seluruh pemimpin agama dunia untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan global, mulai dari konflik bersenjata, krisis iklim, hingga ketimpangan sosial. Kerukunan antarumat beragama yang berlandaskan kasih dan persaudaraan universal dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan ketenteraman yang hakiki bagi peradaban manusia.

Baca juga: Tinjau Tenant Yogya Expo, Kementerian Haji dan Umrah Dalami Potensi Produk UMKM untuk Kebutuhan Jemaah

Keikutsertaan aktif Kementerian Agama dalam forum Sant’Egidio di Assisi ini sekaligus mengukuhkan komitmen Indonesia untuk terus mengambil peran strategis dalam panggung diplomasi perdamaian internasional. Melalui pendekatan dialog interfaith yang inklusif, Indonesia berkomitmen membagikan praktik baik toleransi demi terwujudnya tatanan dunia yang aman, damai, dan harmonis.(Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu