TANGERANG, Jejak News — Zona penyangga logistik di lingkar luar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dihempas insiden kebakaran ganda dalam waktu yang hampir bersamaan. Dua titik api besar dilaporkan melahap sebuah fasilitas pabrik di wilayah Batuceper, Kota Tangerang, serta melumpuhkan sedikitnya lima bangunan gudang di kawasan industri Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Meski kepulan asap hitam pekat sempat membubung tinggi dan terlihat jelas dari area runway, otoritas penerbangan memastikan bahwa urat nadi transportasi udara terbesar di Indonesia tersebut sama sekali tidak mengalami gangguan operasional.
Berdasarkan data taktis yang dihimpun dari pos koordinasi lapangan, eskalasi peristiwa ini terbagi dalam dua sektor utama yang menjepit posisi geografis bandara:
Titik rambatan api pertama terdeteksi di kawasan Jalan Pembangunan I, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, sebuah wilayah industri yang berbatasan langsung dengan perimeter selatan Bandara Soetta.
“Laporan resmi kami terima pada pukul 12.37 WIB,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar.
Guna meredam amukan api yang melahap bangunan pabrik tersebut, kekuatan penuh dikerahkan ke lokasi kejadian perkara (TKP). Sedikitnya 10 unit armada pemadam kebakaran dan 50 personel diterjunkan secara intensif untuk melakukan lokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman padat penduduk.
Belum usai penanganan di sektor selatan, panggilan darurat kedua kembali berdering pada pukul 13.54 WIB. Kali ini, amuk si jago merah menyasar kompleks Pergudangan Kosambi Permai Extension di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, yang berada tepat di sebelah utara bandara.
Kepala Pos Damkar Kosambi, Husni, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan di sektor utara ini jauh lebih masif secara struktural.
“Objek terdampak mencakup lima bangunan gudang. Ada sebagian bangunan yang sudah terisi penuh oleh komoditas logistik, dan sebagian lainnya masih dalam kondisi kosong,” jelas Husni.
Penanganan di wilayah utara ini melibatkan sinergi lintas sektor, di mana 6 unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Tangerang ditopang secara khusus oleh 1 unit armada firepump bantuan langsung dari internal Bandara Soekarno-Hatta untuk mempercepat proses pemadaman.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardhana, menegaskan jajarannya terus bersiaga mengamankan ring luar wilayah hukum bandara selama proses pemadaman berlangsung.
Di tengah kekhawatiran publik mengenai potensi gangguan jarak pandang akibat akumulasi asap pekat, manajemen Angkasa Pura memastikan sistem mitigasi keselamatan penerbangan langsung diaktifkan seketika.
Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyatakan bahwa seluruh indikator penerbangan dipantau secara ketat melalui pusat kendali terintegrasi.
“Berdasarkan pemantauan Airport Operation Control Center (AOCC), insiden tersebut dipastikan tidak mengganggu operasional penerbangan. Seluruh pergerakan keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) pesawat tetap berjalan normal, aman, dan lancar sesuai jadwal,” ungkap Yudistiawan secara tertulis.
Pihak otoritas bandara mengimbau agar para pengguna jasa tranportasi udara tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi liar di media sosial, serta terus memperbarui informasi melalui kanal komunikasi resmi maskapai masing-masing. Hingga berita ini diturunkan, tim laboratorium forensik kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dari kedua insiden kebakaran tersebut.
Reporter: Mira Fitrianingsih | Editor: Ismail Saleh





