JEJAK-NEWS.COM-Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya percepatan transformasi ekonomi sektor kehutanan untuk mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian pengarahan strategis terkait optimalisasi potensi sumber daya hutan nasional.
Wamenhut menyampaikan bahwa pengelolaan hutan tidak lagi hanya bertumpu pada ekstraksi kayu semata, melainkan harus bertransformasi menuju pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa lingkungan, ekowisata, serta perdagangan karbon. Paradigma baru ini dirancang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang tinggi tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk terus memperluas skema Perhutanan Sosial dan memberikan pendampingan usaha bagi masyarakat di tingkat tapak. Melalui kepastian akses kelola dan dukungan kemitraan industri, masyarakat lokal dan masyarakat adat didorong untuk menjadi pelaku utama dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Baca juga: Menperin Sarmuji: Industri Harus Jadi Motor Pertumbuhan, Kontribusi ke PDB Dibidik Hingga 25 Persen
Pemerintah optimistis bahwa integrasi antara prinsip kelestarian ekologis dan transformasi ekonomi kehutanan akan mampu memperkuat ketahanan lingkungan nasional, menekan angka kemiskinan di sekitar kawasan hutan, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan secara nyata.(Yusuf)





