JEJAK-NEWS.COM-Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa sektor industri pengolahan harus kembali menjadi penggerak dan motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah membidik peningkatan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga mencapai 20 sampai 25 persen.
Dalam peninjauannya di Jakarta, Menperin menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor industri idealnya harus berada di atas laju pertumbuhan ekonomi nasional agar mampu mengerek kinerja perekonomian secara keseluruhan. Langkah ini krusial untuk mencegah terjadinya deindustrialisasi dini dan memastikan sektor manufaktur nasional tidak melandai sebelum mencapai tingkat kematangan (mature stage).
Guna mencapai target kontribusi tersebut, Kementerian Perindustrian berfokus menciptakan ekosistem industri yang kondusif, memperkuat daya saing manufaktur domestik, serta mendorong sektor-sektor padat karya dan pengolahan bernilai tambah tinggi. Pemerintah juga terus merumuskan berbagai kebijakan terobosan dan fasilitasi investasi guna mempercepat penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Pemerintah optimistis bahwa dengan menjadikan Kementerian Perindustrian sebagai akselerator serta memperkuat kolaborasi bersama para pelaku usaha, sektor industri manufaktur akan kembali tumbuh melaju, memperkokoh struktur perekonomian nasional, serta mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi dan inklusif.(Yusuf)





