JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) resmi meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengembangan Rumput Laut Terintegrasi Periode 2026–2030. Dokumen strategis ini disusun sebagai kerangka kerja nasional guna mengoptimalkan potensi industri rumput laut dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat pesisir serta pembudidaya di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui RAN 2026–2030, pemerintah memperkuat pendekatan terpadu yang mencakup penyediaan bibit unggul, penerapan teknologi budi daya berkelanjutan, pembangunan infrastruktur pengolahan pascapanen, hingga fasilitasi akses pasar ekspor dan pembiayaan. Langkah hilirisasi industri rumput laut ini diarahkan agar produk kelautan nasional tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan bernilai tambah tinggi seperti bahan baku farmasi, kosmetik, pangan olahan, dan bioplastik.
Bappenas menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara kementerian/lembaga teknis, pemerintah daerah, asosiasi industri, dan lembaga penelitian. Pelaksanaan rencana aksi ini juga menyasar penguatan kapasitas kelembagaan koperasi pembudidaya agar masyarakat pesisir memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai pasok global.
Pemerintah optimistis bahwa implementasi Rencana Aksi Nasional Pengembangan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030 akan mempercepat transformasi ekonomi biru nasional, menciptakan lapangan kerja baru di kawasan pesisir, serta menjadikan Indonesia sebagai produsen utama produk turunan rumput laut yang berdaya saing tinggi di kancah internasional.(Yusuf)





