Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah hingga Luncurkan Ribuan Koperasi Merah Putih

Foto Presiden Prabowo Subianto mendarat di Pangkalan TNI AU Iswahjudi Magetan dalam rangka kunjungan kerja ketahanan pangan dan ekonomi di Jawa Timur.
Presiden RI Prabowo Subianto disambut oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Forkopimda saat tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Magetan, Sabtu (16/05/2026). Kunjungan kerja ini difokuskan pada peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih dan peninjauan panen raya di Tuban.
MAGETANJejak News — Langkah taktis dalam memperkuat pilar ekonomi kerakyatan dan menjaga kedaulatan pangan nasional kembali ditunjukkan oleh Kepala Negara. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu (16/05/2026) sekitar pukul 08.10 WIB. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menandai dimulainya rangkaian kunjungan kerja maraton di beberapa wilayah strategis Jawa Timur.
Kedatangan Presiden Prabowo di pangkalan udara tersebut disambut langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara dan daerah. Di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, serta Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa. Sinergi penyambutan ini merefleksikan pentingnya agenda yang dibawa oleh Kepala Negara bagi kemajuan daerah.
Dari Kabupaten Magetan, Presiden beserta rombongan bergerak cepat menuju Kabupaten Nganjuk untuk merealisasikan dua agenda yang sarat akan nilai humanis dan penguatan ekonomi akar rumput. Di bumi Anjuk Ladang tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah. Pembangunan fasilitas ini menjadi bentuk atensi khusus pemerintah dalam merawat memori kolektif perjuangan kelas pekerja, sekaligus menyediakan ruang edukasi sosial bagi masyarakat luas.
Tidak berhenti pada aspek historis, keberpihakan eksekutif terhadap sistem ekonomi gotong royong diwujudkan melalui peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program berskala masif ini dirancang untuk mengaktivasi kembali urat nadi perekonomian di tingkat desa secara terintegrasi dan produktif, guna memangkas ketimpangan ekonomi antara wilayah urban dan rural.
Memasuki paruh kedua rangkaian kerja, Presiden Prabowo dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Tuban untuk menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Sektor agraria ini menjadi fokus krusial pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan karbohidrat dan pakan ternak nasional, sekaligus mengamankan posisi Indonesia di tengah gejolak krisis pangan dan tantangan iklim global.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 06.50 WIB. Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan kerja ini antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Melalui integrasi agenda dari penghormatan hak-hak pekerja di Nganjuk hingga penguatan lumbung pangan di Tuban, kunjungan kerja Presiden Prabowo kali ini menegaskan satu hal: transformasi Indonesia menuju negara maju tidak akan meninggalkan desa dan sektor pertanian. Penguatan domestik melalui koperasi dan swasembada pangan adalah tameng utama dalam menghadapi ketidakpastian global.
Pewarta: Ananta Fathur| Editor: Ismail Saleh

 

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu