JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus menggarisbawahi pentingnya penanganan penyakit Tuberkulosis (TB) secara masif hingga ke tingkat daerah. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Pol. (Purn.) Dr. H. Mohammad Iqbal (atau Wiyagus) menegaskan bahwa eliminasi dan pencegahan TB bukan sekadar isu kesehatan semata, melainkan fondasi utama dalam menjaga produktivitas serta ketahanan ekonomi keluarga di Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan koordinasi lintas sektor, Wamendagri Wiyagus menyampaikan bahwa beban ekonomi yang ditimbulkan oleh penyakit menular seperti TB sangat besar. Ketika pencari nafkah atau anggota keluarga jatuh sakit, pendapatan rumah tangga akan langsung terganggu, yang pada gilirannya berpotensi menjatuhkan keluarga tersebut ke dalam lingkaran kemiskinan ekstrem. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk mendeteksi secara dini serta memastikan pasien mendapatkan pengobatan tuntas tanpa terkendala biaya.
Pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan peran posyandu, puskesmas, serta kader kesehatan di akar rumput guna mempercepat penemuan kasus baru (active case finding). Selain itu, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dipandang perlu untuk lebih berpihak pada program promotif dan preventif kesehatan masyarakat, termasuk penanganan TB yang komprehensif.
Baca juga: Kasus Influenza A Melonjak Tajam 38 Persen, Ahli UGM Imbau Proteksi Lansia dan Balita
Melalui penguatan tata kelola kesehatan di daerah yang sejalan dengan visi Asta Cita, pemerintah optimis bahwa angka prevalensi TB dapat terus ditekan secara signifikan. Langkah ini diyakini tidak hanya menyelamatkan nyawa masyarakat, tetapi juga melindungi kesejahteraan jangka panjang serta kelangsungan ekonomi keluarga di seluruh penjuru tanah air.(Yusuf)





