JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali memberangkatkan sebanyak 160 tenaga kesehatan (nakes) gelombang kedua (batch 2) menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman tenaga medis dan relawan profesional ini difokuskan secara khusus untuk memperkuat layanan pemulihan trauma serta penanganan psikososial bagi para korban yang terdampak gempa bumi hebat di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, langkah penambahan personel ini diambil sebagai respons cepat atas evaluasi lapangan yang menunjukkan masih tingginya tingkat kecemasan, trauma psikologis, dan stres pascabencana, terutama di kalangan anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan. Para nakes yang diberangkatkan terdiri dari dokter spesialis kejiwaan (psikiater), psikolog klinis, perawat kesehatan jiwa, serta tenaga medis umum yang telah dibekali pelatihan khusus penanganan darurat psikososial di daerah bencana. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendampingi para penyintas melalui pendekatan trauma healing, konseling kelompok, serta pelayanan medis dasar secara jemput bola di posko-posko pengungsian.
Selain fokus pada pemulihan kesehatan mental, tim medis batch 2 ini juga membawa tambahan logistik obat-obatan esensial, perlengkapan medis darurat, serta fasilitas pendukung sanitasi lingkungan untuk mencegah timbulnya potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular pascabencana. Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan setempat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta berbagai lembaga swadaya masyarakat guna memastikan distribusi bantuan kesehatan berjalan merata dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci utama agar proses pemulihan fisik dan mental masyarakat NTT dapat berlangsung secara komprehensif, sehingga warga terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal dengan rasa aman.(Yusuf)





