JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatatkan prestasi gemilang dalam upaya pengamanan sektor pangan nasional. Target penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) secara nasional yang semula diproyeksikan baru akan tercapai pada akhir tahun 2029, secara resmi berhasil dilampaui lebih cepat dan menyentuh angka 87,52 persen.
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan apresiasi dan rasa syukur mendalam kepada seluruh jajaran Badan Pertanahan Nasional di berbagai daerah atas kerja keras, soliditas, dan komitmen tinggi yang ditunjukkan selama proses pemetaan lahan. Keberhasilan mengunci target LP2B secara nasional ini dinilai sebagai tonggak sejarah penting dalam menjaga kedaulatan serta ketahanan pangan jangka panjang di tengah ancaman alih fungsi lahan yang masif. Meskipun secara agregat target nasional telah terlampaui, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus kepada sejumlah provinsi yang capaiannya masih berada di bawah angka 87 persen untuk segera melakukan penyesuaian tata ruang.
Dalam berbagai kesempatan koordinasi lintas kementerian, Menteri Nusron menegaskan bahwa kebijakan perlindungan lahan sawah ini tidak dimaksudkan untuk menghambat laju investasi maupun pembangunan infrastruktur, melainkan mencari titik keseimbangan yang adil. Sektor pertanian, perumahan rakyat, industri, dan energi harus berjalan secara selaras tanpa mengorbankan lahan-lahan produktif yang menjadi nyawa pangan bangsa. Melalui sinergi erat bersama kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pemerintah daerah, percepatan penetapan LP2B ini diharapkan mampu memastikan pasokan pangan nasional tetap aman dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.(Yusuf)
Baca juga: Penguatan Sektor Agraria Nusantara Menjadi Sorotan Utama Kunjungan Dubes AS untuk ASEAN





