JN-Keluarga besar Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia beserta Tentara Nasional Indonesia (TNI) diselimuti duka mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Mantan Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019 sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005 tersebut dilaporkan wafat dengan meninggalkan rekam jejak pengabdian militer dan pertahanan negara yang sangat kokoh.
Kepergian tokoh patriotik ini menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk merefleksikan kembali doktrin pertahanan rakyat semesta yang secara konsisten digelorakannya sepanjang hayat.
Sebagai seorang perwira tinggi militer, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu dikenal luas memiliki kepemimpinan taktis yang tegas dan berintegritas tinggi. Sepanjang karier dinasnya, ia dipercaya memegang berbagai komando strategis hulu, termasuk Panglima Kodam Jaya hingga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Saat mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan, almarhum menjadi arsitek utama penguatan pilar Bela Negara, sebuah program makro yang diorientasikan untuk mempertebal rasa nasionalisme dan ketahanan mental generasi muda dalam menghadapi ancaman asimetris global.
Baca juga: Resmikan Fasilitas Baru Seskoad, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Literasi Militer Strategis
“Kementerian Pertahanan menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Jasa dan dedikasi almarhum dalam modernisasi alutsista serta pelembagaan sistem pertahanan negara yang integratif akan selalu menjadi fondasi dan inspirasi bagi kemajuan pertahanan nasional,” ungkap perwakilan resmi otoritas pertahanan, Senin (1/6/2026).
Rencana upacara pemakaman militer akan dipersiapkan sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara atas pengorbanan, kepemimpinan instruksional, dan dedikasi luar biasa yang telah didekasikan almarhum bagi kedaulatan NKRI.
Di kancah geopolitik internasional, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu juga diakui aktif mempertebal kerja sama pertahanan bilateral dan multilateral di kawasan ASEAN guna menciptakan stabilitas keamanan regional. Segenap elemen bangsa, rekan sejawat, dan prajurit TNI memberikan penghormatan terakhir bagi sang jenderal yang dikenal dekat dengan prajurit di tingkat tapak ini.
Baca juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pantau Uji Coba Rudal Strategis di Karimunjawa
Melalui warisan pemikiran taktis mengenai pertahanan negara dan semangat kebangsaan yang ditinggalkannya, nama Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dipastikan akan terukir abadi dalam sejarah perjuangan bangsa. Selamat jalan sang pembela kedaulatan, pengabdian rillmu akan terus dilanjutkan oleh generasi penerus demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian secara berkelanjutan.(Yonex)





