IHSG Ambles 3,09 Persen: Asing Buang Saham Bank Kakap Rp559 Miliar, BMRI Jadi Sasaran Utama

Layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berwarna merah di Bursa Efek Indonesia yang menunjukkan tren penurunan tajam akibat aksi jual asing.
Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp559,16 miliar sepekan, di mana saham perbankan BUMN seperti BMRI dan BBRI menjadi target pelepasan utama.
JAKARTA— JEJAK-NEWS.COM, Gelombang tekanan jual oleh investor luar negeri belum menunjukkan tanda-tanda mereda di pasar modal Indonesia. Sepanjang pekan terakhir terhitung sejak 21 hingga 25 September 2026, pelaku pasar asing kembali membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp559,16 miliar, memperpanjang tren keluar (outflow) modal global dari dalam negeri.
Aksi lepas portofolio secara masif ini menekan laju pertumbuhan Indeks Harga Saham Buku Gabungan (IHSG) yang terkoreksi tajam sebesar 3,09 persen hingga mendarat ke level 6.241 poin. Kemerosotan indeks bursa ini secara otomatis menggerus nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham nasional menjadi Rp10.905 triliun.
Data perdagangan kumulatif mencatat, sepanjang tahun berjalan hingga September 2026, total dana asing yang keluar telah menembus Rp77,52 triliun yang beruntung masih mampu diserap oleh basis investor domestik.
Sektor keuangan, khususnya bank-bank berkapitalisasi pasar besar milik pemerintah, menjadi episentrum utama aksi lego investor asing. Saham  (Rp Billion)PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menduduki peringkat pertama sebagai korban aksi jual terbesar dengan nilai pelepasan hampir menyentuh angka psikologis Rp1 triliun, atau tepatnya Rp957,5 miliar.
Torehan net sell fantastis tersebut diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)di posisi kedua dengan total penjualan Rp707,9 miar, serta raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp491,0 miliar.
Di tengah tekanan hebat pada indeks komoditas dan finansial, sebagian kecil aliran dana asing terdeteksi bergeser ke instrumen saham berbasis tembaga dan agrobisnis defensif, meskipun dengan nilai akumulasi beli bersih (net buy) yang relatif kecil di bawah plafon Rp100 miliar. Komoditas pertambangan seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin radar buruan dengan catatan beli bersih tipis senilai Rp76,8 miliar.
Rincian Rapor Transaksi Asing Sepekan (21-25 September 2026)

Peringkat Emiten Net Sell (Keluar) Nilai (Rp) Emiten Net Buy (Masuk) Nilai (Rp)
1 BMRI (Bank Mandiri) -957,5 Miliar MDKA (Merdeka Copper) +76,8 Miliar
2 BBRI (Bank BRI) -707,9 Miliar TAPG (Triputra Agro) +70,1 Miliar
3 TLKM (Telkom Indonesia) -491,0 Miliar SINI (Singaraja Putra) +65,4 Miliar
4 ANTM (Aneka Tambang) -229,5 Miliar TOPS (Totalindo Eka) +64,2 Miliar
5 BBCA (Bank BCA) -139,2 Miliar EMAS (Merdeka Gold) +40,0 Miliar
6 BBNI (Bank BNI) -121,6 Miliar AMRT (Sumber Alfaria) +37,5 Miliar
7 PACK (Abadi Nusantara) -101,4 Miliar COIN (Indokripto Koin) +37,1 Miliar
8 ISAT (Indosat) -100,3 Miliar VKTR (VKTR Teknologi) +36,7 Miliar
9 ASII (Astra International) -79,2 Miliar AALI (Astra Agro Lestari) +36,5 Miliar
10 ADRO (Alamtri Resources)

-78,3 Miliar DSSA (Dian Swastatika) +36,2 Miliar
Reporter: Jeki Irawan| Editor: Ismail Saleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu