Gemilang di Semarang, Kalimantan Timur Sukses Rebut Juara Umum MTQ Nasional XXXI 2026 dan Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

JEJAK-NEWS.COM-Kafilah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi keluar sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kepastian ini diumumkan pada malam penutupan yang berlangsung khidmat, di mana Kaltim sukses mengumpulkan total 288 poin dari berbagai cabang dan golongan musabaqah yang diperlombakan.

Keberhasilan ini menempatkan Kaltim di posisi puncak, mengungguli tuan rumah Provinsi Jawa Tengah yang berada di peringkat kedua dengan raihan 208 poin, serta Provinsi DKI Jakarta di tempat ketiga dengan 129 poin. Piala bergilir pun kembali diboyong oleh kontingen Benua Etam setelah melalui persaingan yang ketat dan transparan dalam Sidang Pleno Dewan Hakim.

Menteri Agama Republik Indonesia, dalam sambutannya saat menutup ajang tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang menyukseskan perhelatan akbar ini. Ia menegaskan bahwa esensi dari penyelenggaraan MTQ bukan sekadar mencari pemenang perlombaan semata, melainkan momentum berkelanjutan untuk membumikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.

Baca juga: Transparansi Seleksi Petugas Haji: Tes CAT PPIH Gelombang II Buktikan Komitmen Keterbukaan Pemerintah

Estafet Tuan Rumah Beralih ke Jakarta

Menutup rangkaian acara di Semarang, estafet penyelenggaraan ajang syiar Islam tingkat nasional ini secara resmi diserahkan untuk tahun berikutnya. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) penetapan yang diserahkan oleh Menteri Agama kepada perwakilan pemerintah daerah, Provinsi DKI Jakarta secara resmi ditunjuk sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional Tahun 2027.

Penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah pada tahun 2027 mendatang direncanakan akan bertepatan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kota Jakarta, yang diharapkan mampu menghadirkan kemeriahan serta nuansa religius yang sarat akan nilai peradaban Islam.

Pemerintah berharap pelaksanaan MTQ dari tahun ke tahun tidak hanya berhenti sebagai agenda kompetisi seremonial, melainkan mampu terus melahirkan ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif, ramah disabilitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi kerakyatan dan UMKM lokal.(Yusuf)

Baca juga: Al-Qur’an sebagai Sumber Inspirasi Utama dalam Pengembangan Ilmu Kedokteran Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu