JEJAK-NEWS.COM-Kitab suci Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk spiritual bagi umat manusia, tetapi juga menyimpan banyak ayat yang menginspirasi lahirnya berbagai disiplin ilmu pengetahuan, termasuk bidang kedokteran dan kesehatan. Sejak era keemasan Islam, para ilmuwan muslim terkemuka seperti Ibnu Sina (Avicenna) dan Ar-Razi menjadikan nilai-nilai serta isyarat ilmiah di dalam Al-Qur’an sebagai landasan dasar dalam melakukan riset anatomi tubuh manusia, penemuan obat-obatan, hingga metode penyembuhan penyakit.
Isyarat-isyarat ilmiah mengenai kebesaran ciptaan Tuhan pada diri manusia, mulai dari proses penciptaan embrio di dalam rahim hingga fungsi sistem organ tubuh, mendorong para akademisi dan praktisi medis untuk terus melakukan observasi mendalam. Pendekatan integratif antara sains empiris dan nilai-nilai etika profetik yang terkandung dalam ajaran Islam memastikan bahwa praktik kedokteran modern tetap menjunjung tinggi martabat kemanusiaan, empati, serta tanggung jawab moral.
Perguruan tinggi dan institusi kesehatan Islam di tanah air kini semakin gencar mengintegrasikan nilai-nilai qurani ke dalam kurikulum pendidikan kedokteran. Langkah strategis ini bertujuan untuk mencetak dokter dan tenaga medis profesional yang tidak hanya unggul secara klinis dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta kepedulian sosial yang berlandaskan kasih sayang kepada sesama makhluk hidup.(Yusuf)
Baca juga: Kemenkes Tegaskan Imunisasi BIAS di Karo Jalan Terus Pasca Kajian Komnas KIPI





