JN-Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi meluncurkan program Defence Intellectual Management Book Club sebagai langkah konkret untuk memperkuat budaya literasi strategis di kalangan personel dan pegawainya. Kegiatan ini dirancang untuk menjadi wadah diskusi intelektual yang mendalam mengenai berbagai literatur pertahanan, keamanan, dan manajemen kepemimpinan global.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertahanan agar memiliki wawasan yang luas dan tajam dalam menganalisis dinamika geopolitik serta tantangan keamanan modern. Melalui bedah buku dan pertukaran gagasan secara rutin, Kemhan berupaya membangun ekosistem kerja yang berbasis pada data, riset, dan pengetahuan terkini.
Kemhan menekankan bahwa penguatan literasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pembangunan kekuatan pertahanan negara. Di era informasi yang berkembang cepat, kemampuan untuk memproses dan mengelola pengetahuan strategis menjadi salah satu keunggulan kompetitif bagi para perumus kebijakan dan pelaksana tugas pertahanan di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, namun mampu melahirkan pemikiran-pemikiran inovatif dan solusi strategis bagi kepentingan nasional. Dengan menanamkan budaya intelektual yang kuat, kementerian optimis dapat mencetak kader-kader pertahanan yang cerdas, adaptif, dan berwawasan luas demi menjaga kedaulatan NKRI.(Yonex)





