JEJAK-NEWS.COM-Dalam upaya mewujudkan target emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE) pada rentang tahun 2050 hingga 2060, pemerintah terus memperkuat komitmen transisi energi melalui dorongan investasi besar-besaran di sektor kelistrikan. Langkah strategis ini difokuskan pada penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 100 Gigawatt (GW) yang didominasi oleh pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Pemerintah memandang bahwa transisi dari energi fosil menuju energi hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim global. Dengan potensi EBT yang sangat melimpah di Indonesia—mulai dari energi surya, angin, air, panas bumi, hingga bioenergi—pemerintah optimistis target dekarbonisasi sektor kelistrikan dapat tercapai sesuai peta jalan yang telah ditetapkan.
“Target penambahan kapasitas kelistrikan hingga 100 GW ini dirancang agar sejalan dengan ambisi NZE kita. Sebagian besar dari kapasitas baru tersebut akan bersumber dari EBT untuk memastikan pasokan listrik masa depan yang bersih, berkelanjutan, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar perwakilan pemerintah dalam berbagai kesempatan forum energi nasional.
Untuk merealisasikan megaproyek ini, pemerintah menyadari pentingnya peran serta sektor swasta dan investor global. Berbagai regulasi pendukung, kemudahan perizinan, serta insentif fiskal dan nonfiskal terus disempurnakan guna menciptakan iklim investasi yang menarik dan kompetitif di sektor energi hijau. Selain itu, penguatan infrastruktur jaringan transmisi listrik (smart grid) juga menjadi prioritas agar distribusi energi bersih dari lokasi pembangkit ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dapat berjalan optimal.
Transformasi sistem kelistrikan nasional ini diharapkan tidak hanya berdampak positif bagi penurunan emisi karbon, tetapi juga mampu membuka jutaan lapangan kerja hijau (green jobs), mendorong hilirisasi industri pendukung EBT, serta memberikan multiplier effect yang luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang.(Yusuf)





