JN-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengajak masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik atau balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 untuk menyempatkan diri mengunjungi Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Willem I di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kawasan cagar budaya yang telah melalui proses rehabilitasi ini kini tampil lebih tertata dan menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di jalur tengah Jawa.
Rehabilitasi Benteng Pendem merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga kelestarian bangunan bersejarah sekaligus mengoptimalkan potensi wisata lokal. Dengan perkuatan struktur bangunan, penataan drainase, serta penyediaan fasilitas pendukung pengunjung, benteng peninggalan abad ke-19 ini menawarkan pengalaman wisata yang edukatif dan instagramable.
Kementerian PU menekankan bahwa penataan kawasan pusaka (heritage) bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang berkualitas tanpa menghilangkan nilai historis aslinya. Lokasinya yang strategis, tidak jauh dari jalan nasional Semarang-Solo, menjadikan Benteng Pendem sebagai tempat istirahat (rest area) alternatif yang unik bagi para pemudik.
Baca juga: Kemenag Percepat Perumusan Strategi Pengadaan dan Mutasi ASN demi Efisiensi Layanan
“Benteng Pendem Ambarawa adalah salah satu mahakarya arsitektur yang kami lestarikan melalui penataan infrastruktur yang teliti. Di masa libur Lebaran ini, kami mengundang pemudik untuk menikmati kemegahan sejarah bangsa di sini,” ujar perwakilan teknis dari Kementerian PU di Ambarawa, Jumat (27/03/2026).
Selama periode libur Idulfitri, pengelola benteng telah menyiapkan pemandu wisata dan fasilitas keamanan tambahan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung. Selain menikmati arsitektur benteng, wisatawan juga dapat menikmati kuliner khas daerah sekitar yang kini semakin berkembang berkat peningkatan aksesibilitas kawasan.
Kementerian PU berharap masyarakat turut menjaga kebersihan dan kelestarian bangunan selama berkunjung. Sinergi antara pembangunan infrastruktur pariwisata dan kesadaran menjaga warisan budaya diyakini akan memperkuat jati diri serta ekonomi kreatif di wilayah Jawa Tengah.(Yonex)
Baca juga: Pasca-Lebaran Banjir Pendaftaran Nikah, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Prima Meski WFA







