JN-Operasional fungsional Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan segmen Sadang hingga Kutanegara terbukti efektif membantu mengurai kepadatan volume kendaraan pada puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026. Jalur ini menjadi solusi krusial bagi pemudik dari arah Bandung dan sekitarnya yang menuju Jakarta guna menghindari penumpukan di titik pertemuan arus di Simpang Susun Dawuan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama pengelola jalan tol membuka jalur fungsional ini secara situasional berdasarkan diskresi kepolisian. Pengoperasian Japek II Selatan bertujuan untuk mendistribusikan beban lalu lintas dari Tol Purbaleunyi yang biasanya tertahan di Gerbang Tol Kalihurip Utama.
“Pengoperasian fungsional Japek II Selatan merupakan bagian dari strategi integrasi infrastruktur untuk menjamin kelancaran arus balik. Dengan adanya jalur ini, pemudik memiliki pilihan rute alternatif yang memotong waktu tempuh signifikan menuju wilayah Bekasi dan Jakarta,” ujar perwakilan teknis dari Kementerian PU di Jakarta, Jumat (27/03/2026).
Baca juga: Kemenag Percepat Perumusan Strategi Pengadaan dan Mutasi ASN demi Efisiensi Layanan
Sepanjang masa fungsional, petugas disiagakan di titik masuk Sadang untuk memastikan hanya kendaraan golongan I (non-bus) yang melintas demi keamanan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti pos pantau, unit ambulans, dan layanan derek gratis disiapkan untuk mengantisipasi kendala teknis kendaraan di jalur yang masih dalam tahap konstruksi akhir tersebut.
Meski bersifat fungsional, kondisi perkerasan jalan dinilai cukup baik dan aman untuk dilalui dengan kecepatan terbatas. Kementerian PU mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada terhadap rambu-rambu petunjuk dan memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik serta bahan bakar sebelum memasuki jalur alternatif ini.
Keberhasilan pemanfaatan Tol Japek II Selatan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Kementerian PU dalam mempercepat penyelesaian konstruksi secara penuh. Diharapkan pada masa mudik mendatang, seluruh seksi tol ini sudah dapat beroperasi secara definitif untuk semakin memperkuat konektivitas Trans Jawa.(Yonex)
Baca juga: Pasca-Lebaran Banjir Pendaftaran Nikah, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Prima Meski WFA







