JEJAK-NEWS.COM-Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar rangkaian upacara khidmat peringatan Hari Sumpah Pemuda di kompleks situs sejarah Benteng Fort Rotterdam, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi bersejarah ini sarat dengan makna simbolis, merefleksikan semangat perjuangan para pahlawan dan para pemuda lintas daerah yang diikrarkan hampir seabad silam dalam merajut simpul-simpul kebangsaan Nusantara.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Menteri Kebudayaan menyampaikan pesan penting kepada para pemuda-pemudi yang hadir dari berbagai latar belakang suku, adat, dan komunitas budaya. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke merupakan identitas luhur sekaligus benteng ketahanan nasional yang harus dirawat, dilestarikan, dan dikembangkan oleh generasi penerus.
Menteri Kebudayaan mengajak kaum muda untuk tidak sekadar mengenal warisan budaya leluhur, melainkan juga mengambil peran aktif sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis kebudayaan lokal. Di tengah gelombang globalisasi yang kian masif, pemahaman mendalam terhadap akar sejarah dan nilai-nilai kearifan lokal dinilai krusial agar jati diri bangsa tetap kokoh di kancah internasional.
Rangkaian upacara di Fort Rotterdam tersebut turut dimeriahkan dengan pementasan seni tradisional khas Sulawesi serta parade busana adat nusantara yang dikenakan oleh para peserta upacara. Pemerintah berharap momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda di tanah Makassar ini mampu menginspirasi generasi muda di seluruh penjuru tanah air untuk terus menjaga persatuan, merayakan keberagaman, dan mempersembahkan karya nyata bagi kemajuan bangsa.(Yusuf)





