Menakar Progres 52,14% Jalan Marsekal Suryadarma Penghubung Bandara

Alat berat ekskavator dan pekerja Dinas PUPR Kota Tangerang melakukan pemadatan tanah dan pengecoran semen di ruas Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari.
pengecoran segmen keempat di Jalan Marsekal Suryadarma, Neglasari, Kota Tangerang. Proyek yang menjadi akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta ini ditargetkan segera rampung guna mengurai kemacetan.
KOTA TANGERANGJejak News,Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memacu roda pembangunan infrastruktur guna mengurai simpul kemacetan di wilayah penyangga ibu kota. Fokus utama kini tertuju pada proyek perbaikan ruas Jalan Marsekal Suryadarma, Kecamatan Neglasari, yang mencatatkan progres fisik signifikan sebesar 52,14 persen setelah intensif dikerjakan selama satu bulan terakhir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan bahwa proyek vital ini telah memasuki tahapan krusial, yakni pengecoran segmen keempat dari total lima segmen yang direncanakan secara keseluruhan. Akurasi data di lapangan menunjukkan bahwa pembenahan koridor ini bergerak sesuai dengan linimasa yang ditetapkan.
“Kami ingin menyampaikan bahwa perbaikan ruas Jalan Marsekal Suryadarma sudah sangat signifikan. Sudah berjalan sebulan, perbaikan di ruas jalan ini telah mencapai pengecoran segmen terakhir sebelum bisa kembali dilalui kendaraan secara normal,” ujar Taufik Syahzaeni saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Senin (07/09/2026).
Secara geopolitis dan ekonomi, Jalan Marsekal Suryadarma bukan sekadar aspal penghubung, melainkan urat nadi logistik yang mengitari kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemkot Tangerang memetakan target restorasi fisik badan jalan ini secara komprehensif, membentang mulai dari pertigaan M1 Bandara Soekarno-Hatta, melewati pemukiman Kampung Rawa Rotan, kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang Jaya, hingga berakhir di titik kritis terowongan dekat Jalan Perimeter Utara.
Taufik menambahkan, sisa pekerjaan kini terkonsentrasi pada episentrum terakhir untuk memastikan kekuatan struktural jalan mampu menahan beban kendaraan bertonase besar dalam jangka panjang.
“Kini tinggal menyisakan satu segmen terakhir di dekat terowongan Jalan Perimeter Utara yang sudah mulai memasuki tahapan pemadatan tanah bekas galian sebelum dilanjutkan ke tahapan pengecoran dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Mengingat pengerjaan fisik yang masif di tengah volume kendaraan yang padat, manajemen lalu lintas menjadi instrumen penting. Pemkot Tangerang secara konsisten mengimbau para pengguna jalan untuk melipatgandakan kewaspadaan dan secara ketat mematuhi skema contraflow (lawan arus) yang diterapkan secara dinamis sesuai fluktuasi kondisi di lapangan.
Reporter: Syarif| Editor: ARMAND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu