Sambil Dendangkan “O Ulate”, Menko Airlangga Ajak Pengusaha Jerman Akselerasi Investasi dan Kerja Sama Vokasi

JN-Diplomasi ekonomi yang hangat dan interaktif kembali diperlihatkan oleh jajaran menteri kabinet di panggung internasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan draf langkah taktis untuk mempererat kemitraan bilateral dengan menyanyikan lagu daerah Maluku “O Ulate” di hadapan para delegasi bisnis Eropa. Momentum penuh keakraban tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk mengajak para pengusaha terkemuka asal Jerman mengakselerasi draf realisasi investasi serta memperluas jaringan kerja sama pendidikan vokasi di tanah air.

Pertemuan strategis kementerian ekonomi ini dirancang secara inklusif untuk membuka keran draf investasi bugar di sektor manufaktur berteknologi tinggi, industri hijau, pengembangan energi terbarukan, serta transformasi digital ekonomi nasional. Langkah proaktif ini ditujukan murni untuk memperkuat ketahanan industri domestik dari hulu hingga ke hilir, sehingga transfer teknologi dari negara maju dapat mengalir instan ke daerah tapak guna meningkatkan produktivitas serta daya saing para pekerja arus bawah di wilayah penyangga.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa seluruh regulasi tata pamong, iklim usaha, dan jaminan kemitraan investasi asing di Indonesia dikawal ketat agar senantiasa berjalan di atas prinsip transparansi yang tinggi, akuntabel, terbuka, dan bersih. Manajemen birokrasi dipastikan terus mengalami pembenahan komprehensif agar bebas dari hambatan spekulatif, sehingga ekosistem bisnis di tanah air menjadi lebih aman, tepercaya, serta higienis dari praktik pungutan liar yang merugikan para investor global.

Baca juga: Instruksi Presiden Prabowo ke Menteri Rosan: Paparkan Fakta Riil Melonjaknya Kepercayaan Investasi Global terhadap Indonesia

Selain penguatan modal fisik, fokus utama diplomasi ini adalah pemantapan kerja sama pendidikan vokasi model ganda (dual system) standar Jerman. Program peningkatan kompetensi sumber daya manusia ini disiapkan searah dengan draf kebutuhan pasar kerja modern kementerian guna menciptakan tenaga kerja industri yang bugar, ahli, mandiri, dan berkarakter mulia. Lewat pola komunikasi yang bersih dan berwibawa, kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu menstimulus fajar kebangkitan ekonomi nasional secara masif.

“Hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman harus berjalan lebih progresif dan bugar. Melalui draf kerja sama pendidikan vokasi yang terintegrasi, kita siapkan talenta muda di daerah tapak agar siap mengoperasikan teknologi industri modern secara instan. Kami mengundang seluruh pelaku usaha Jerman untuk memperluas ekspansi bisnisnya di sini, didukung jaminan kepastian hukum serta tata kelola investasi yang bersih, terbuka, transparan, dan akuntabel demi kemajuan bersama yang bermartabat,” urai Menko Airlangga Hartarto dalam taklimat ekonominya.(Yonex)

Baca juga: Transformasi Industri Berkelanjutan: Indonesia dan UNIDO Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Global

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERBARU

Menu