JN-Kepala Negara bergerak taktis dalam mengukuhkan posisi tawar ekonomi nasional di panggung internasional. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memberikan instruksi tegas kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, untuk memaparkan draf data dan fakta riil terkait meroketnya angka kepercayaan investor global terhadap iklim bisnis di tanah air. Langkah transparansi ini dinilai krusial sebagai instrumen komunikasi publik yang inklusif sekaligus jangkar penarik arus modal asing dari hulu hingga ke hilir.
Pemerintah memandang bahwa sentimen positif dunia internasional terhadap arah kebijakan ekonomi Kabinet Merah Putih bukanlah klaim sepihak, melainkan hasil dari reformasi birokrasi yang konkret. Melalui koordinasi taktis, Menteri Rosan ditugaskan menyajikan draf rincian realisasi komitmen investasi, perluasan hilirisasi komoditas strategis, serta pertumbuhan kemitraan transnasional yang berjalan bugar di berbagai wilayah pertumbuhan baru. Fakta-fakta objektif ini diarahkan untuk dipublikasikan secara terbuka guna memberikan kepastian bagi pelaku pasar domestik hingga masyarakat arus bawah di tingkat daerah tapak.
Manajemen pengelolaan dan perizinan investasi di bawah komando Kementerian Investasi kini ditekankan wajib berjalan dengan mengedepankan asas akuntabilitas yang tinggi, instan, serta terintegrasi penuh lewat portal digital. Langkah inovatif ini diambil untuk memangkas tumpang tindih regulasi yang kerap memicu inefisiensi biaya logistik di wilayah penyangga. Dengan mematangkan arsitektur birokrasi yang bersih dan berwibawa, pemerintah optimistis mampu menutup rapat celah praktik pungutan liar (pungli) ataupun makelar draf proyek, sehingga menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan higienis.
Baca juga: Transformasi Industri Berkelanjutan: Indonesia dan UNIDO Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Global
“Instruksi Presiden Prabowo kepada Menteri Rosan ini merupakan draf bukti sahih bahwa negara dikelola secara profesional berbasis capaian yang terukur. Kepercayaan global adalah aset mahal yang wajib dijaga dengan keterbukaan informasi. Lewat penyajian publikasi data investasi yang bersih, jujur, dan transparan, kita hadir untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah destinasi investasi yang aman, prospektif, dan berkomitmen penuh melindungi hak-hak kemitraan demi kemaslahatan seluruh rakyat,” urai perwakilan otoritas bidang perekonomian dalam penjelasannya.(Yonex)





