Jakarta, JEJAKNEWS.COM- Polres Metro Jakarta Selatan terus mendalami kasus penemuan 995 pucuk senjata api (senpi), narkoba, dan VCD porno di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Penyidik kini berupaya mengurai asal-usul serta kepemilikan ratusan senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut. Polisi telah memeriksa satu orang saksi dan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan untuk menggali informasi yang dapat mengarahkan penyelidikan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Joko Adi Wibowo, mengatakan saksi yang diperiksa berasal dari pihak yayasan yang melaporkan temuan tersebut.
Baca juga: Pemkot Tangerang dan Perumda Tirta Benteng Pangkas Biaya Sambungan Baru hingga 81 Persen
“Sudah ada saksi dan dijadwalkan hari ini juga ada pemeriksaan. Tentunya dari keterangan apa saksi akan berkembang ke arah mana yang harus kita dalami terkait senjata-senjata ini,” ujar Joko di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).
Menurut Joko, pemeriksaan saksi dari pihak yayasan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengetahui bagaimana ratusan senjata tersebut dapat berada di dalam ruangan sekolah.
“Hari ini saksinya juga dari pihak yayasan,” kata Joko.
Baca juga: Anomali Iklim di Kota Tangerang, Warga Diimbau Waspadai Dampak Musim Kemarau
Polisi juga membuka kemungkinan memanggil pengurus yayasan lama yang dinilai memiliki keterkaitan dengan ruangan tempat penyimpanan senjata dan barang bukti lainnya.
“Dugaannya seperti itu dan tentunya akan kami undang. Akan kami undang yang kaitan yang disebutkan yayasan, ada kaitannya dengan pengurus lama, itu menjadi poin dalam pemeriksaan nanti,” ungkap Joko.
Pengurus lama yang dimaksud adalah Indra Wargadalem alias IWD, mantan Ketua Pengurus Yayasan Sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Indra berpotensi diperiksa sebagai saksi lantaran ruangan yang menjadi lokasi penemuan 995 pucuk senjata tersebut sebelumnya pernah ditempatinya. Namun, pemeriksaan sebagai saksi tidak serta-merta menunjukkan seseorang sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan senjata maupun barang bukti lainnya.
Bunker di Lingkungan Sekolah Ikut Menjadi Perhatian
Temuan ratusan senjata tersebut semakin menyita perhatian karena lokasi penyimpanannya berada di lingkungan sekolah. Salah satu bagian yang kini menjadi fokus penyelidikan adalah keberadaan sebuah bunker yang sebelumnya tersembunyi di balik rak besi.
Polisi membuka bunker tersebut pada Rabu (5/8/2026). Dari lokasi itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk narkoba dan senjata api laras panjang.
Keberadaan bunker tersebut menambah lapisan persoalan dalam penyelidikan. Polisi kini tidak hanya perlu mengidentifikasi jenis dan asal-usul senjata, tetapi juga menelusuri siapa yang memiliki akses terhadap ruangan tersebut, sejak kapan barang-barang itu disimpan, serta bagaimana sistem pengawasan lingkungan sekolah dapat memungkinkan keberadaan benda-benda tersebut.
Penyelidikan masih berlangsung. Keterangan para saksi dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan lokasi penemuan akan menjadi bagian dari proses polisi untuk membangun rangkaian fakta secara utuh.
Ketika ratusan senjata ditemukan bukan di tempat yang lazim untuk menyimpan senjata, melainkan di lingkungan pendidikan, pertanyaannya bukan lagi semata-mata berapa banyak senjata yang ditemukan. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana benda-benda itu bisa hadir, siapa yang mengetahui keberadaannya, dan mengapa ia mampu bertahan dalam ruang yang seharusnya menjadi tempat pengetahuan, bukan persembunyian. Di titik itulah hukum bekerja: bukan untuk mengisi ruang kosong dengan prasangka, melainkan menyusun fakta hingga kebenaran tidak lagi membutuhkan dugaan.
Reporter: NV Editor: Ismail Saleh





