JN-Dalam langkah nyata memperkuat fondasi ekonomi wong cilik, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan penurunan suku bunga pinjaman bagi nasabah PNM Mekaar hingga mencapai level di bawah 9 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban para pelaku usaha mikro, terutama kaum perempuan prasejahtera, agar dapat mengembangkan usahanya dengan lebih mandiri dan kompetitif.
Presiden menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi kerakyatan merupakan pilar utama dalam visi besar pemerintahannya. Penurunan suku bunga ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan sektor UMKM dan menciptakan lapangan kerja baru di tingkat akar rumput. Dengan akses permodalan yang lebih murah, para ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro di seluruh pelosok Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.
Instruksi ini sekaligus menjadi bukti keberpihakan negara terhadap masyarakat menengah ke bawah. Presiden meminta kementerian terkait dan jajaran direksi PNM untuk segera mengimplementasikan penyesuaian bunga tersebut secara merata, guna memastikan perputaran roda ekonomi rakyat tetap stabil di tengah tantangan ekonomi global.(Yonex)





